Mari kami berbagi pengalaman,
perusahaan obat multi nasional seperti Pfizer, Sandoz, Sanofi, Roche, Abbott,
Merk, Bayer dll ingin mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
Bagaimana caranya? Perusahan tersebut memproduksi obat-obatan di negara yang
memiliki tenaga kerja murah seperti di Meksiko, India, Pakistan, Spanyol, Yunani
dll lalu didistribusikan ke negara tujuan contohnya ke Inggris, Amerika,
Australia, Jerman dan sebagianya. Ada mengira hal ini tidak bermasalah kan? Mari
kita perhatikan, obat yang kandungannya sama persis diberi nama dagang berbeda.
Inilah caranya perusahan multi nasional mengatur distribusi ke tiap-tiap negara
tujuan. Dengan nama merek dagang yang berbeda, mereka bisa memanipulasi harga
jualnya. Bayangkan saja obat yang diproduksi dengan modal Rp1000, dijual dengan
harga EUR15,- di Jerman misalnya dan US10 di Amerika dan Rp100.000 di Indonesia. Hal ini sangat-sangat
memprihatinkan, perusahaan tersebut hanya memikirkan keuntungan, dibanding
kesehatan dan kebutuhan pasien.
RUMAHFARMASI.com ingin membantu bagi
yang sudah mendapatkan resep dokter di Indonesia dan tidak bisa
memperoleh obat tersebut atau harganya sulit terjangkau bila mana pesan di
Apotik di Indonesia. Sudah kami tanyakan ke BPOM di Indonesia, semua pesanan
obat yang disertai dengan resep dokter, tidak ada masalah.
Mohon jangan menyama ratakan antara
obat dan vitamin/suplemen/herbal. Minyak Ikan, Glucosamine, Vitamin E,
Gingko Biloba, Magnesium, Madu Manuka, Vitamin D3, Minyak Flaxseed, Minyak Leaf
Olive adalah herbal (jamu) dan vitamin, bukan obat-obatan.
Semoga informasi ini berguna.
|